Memilih antara sahabat
atau pacar itu merupakan hal yang berat seperti hidup atau mati. Tapi bagaimana
jika itu terjadi ?
Pacar adalah orang yang
kita sayangi, seperti layaknya menyayangi diri sendiri sedangkan sahabat adalah
orang yang kita sayangi juga dan selalu ada buat kita, dalam suka maupun duka,
dan tidak ada namanya mantan sahabat.
Pilihan berat memang,
tapi kadang itulah hidup.
Pernah aku membaca
suatu kutipan seperti ini “ if you get something , you will lost something”.
Jika kamu mendapatkan sesuatu, kamu akan kehilangan sesuatu.
Jadi jika aku pilih
sahabat maka aku kehilangan pacar dan begitu sebaliknya.
Sebenarnya pacar dan
sahabat tidak sedang bertikai, Cuma mereka adalah orang yang memiliki tipe yang
berbeda, dan aku berada diantara keduanya. Akulah yang menyebabkan situasi ini.
Aku memiliki sifat keraguan dan plin-plan yang tinggi (kata orang-orang). Jadi
aku susah memutuskan sesuatu. sebenarnya sih aku lebih kepada takut gak enak
hati. Misalnya gini, sahabat aku ngajak pergi ke A, lalu aku mengiyakan ajakan
tersebut, kemudian pacar ngajak ke B karena sesuatu aku diharuskan pergi dengan
pacar. Kemudian sahabat tinggal. Dan
begitu juga sebaliknya.
Disini kesalahan aku, bukan
karena sahabat, bukan karena pacar. Aku gak bisa nolak salah satu ajakan dari
mereka, ya mungkin aku memang ingin sekali mengikuti keduanya makanya aku tidak
bisa menetapkan sesuatu. Atau kadang aku pikir gini, “gk enak nolak kan, gapapa
sekali-kali pergi sama sahabat” atau “gk enak nolak, kan udh janji mau pergi sama pacar”.
Makanya aku mengiyakan kedua ajakan tersebut.
Semua kesalahan itu
pada aku! Kenapa aku tidak bisa membagi waktu untuk mereka, sehingga waktunya
berantakan dan kenapa aku membuatnya seolah mereka bertikai sehingga mereka
benar-benar saling tidak suka. Kenapa?
Sedih, itulah hal yang
aku rasakan jika di posisi itu.
Terkadang aku berpikir,
lebih baik aku melakukan segala sesuatu sendiri, tanpa mereka, sahabat atau
pacar. Aku bisa menjalani hidup sendiri, mengejar masa depanku.
Tapi..
aku sayang mereka