RSS

Laman

Finally, END !


pernah denger istilah ini gak?
('o')LOE (┌','┐)GUE = END
hmmm mungkin itu yang lagi terjadi sama aku. hmm yaaa, aku mengambil keputusan untuk END kan si pacar. kenapa? aku gak sanggup bilang apa salah dia, aku juga gak berhak buat menilai kesalahan orang, aku pun pasti punya salah. aku merasa gak sanggup aja menjalani hubungan dengan dia ini, dia pria baik kok.
aku memutuskan dia melaui pesan singkat, yaa sms..  waktu itu, hari minggu, 21 agustus 2011, pukul 21.24 WIB. ini percakapan kami ..
aku : assalamualaikum
SA : qumsalam
aku : sdh tenang kah?
SA : sdkit
aku : smpai kpn kmu akan tenang? hmmm blh aku mnympaikan ssuatu?
SA : iya apa? blg aja
aku : aku maunya qt tmenan aja, sprti dlu. mgkn slama ini aku hnya bkin pusing kmu, dan sprtinya kmu lbih tenang klo gg ad aku. maavin sikap aku slama ini, mgkn bnyk yg bkin kmu kesel, pusing. dll. mkasii sdh mnjdi pngisi hri2 ku yg indah
SA : :(
SA : jhat kmu, aku slah apa?
aku : iya krna aku jahat aku gg bsa, kmu trllu baik. psti akn dpt yg trbaik.
SA : aku krumah kmu skrg
aku : ngpain? aku gg d rmh (pdhal d rmh, aku bngung apa yg kurasa, makanya bilang gitu)
SA : y udh lh trsrh klo tu mw kmu
SA : aku jg mnta maaf klo slma ne bnyak bgt slah,mksh jg atas smuanya

Apa salah dia? Mungkin sampai sekarang dia bingung salah dia apa. Tak mungkin ada asap bila tak ada api, semua itu ada alasannya.
Tapi  aku juga gag sanggup bilang salah dia apa, air mata ini jatuh kalo ingat itu. Makanya aku hanya diam, dan lebih menyalahkan diriku sendiri. intinya ini, aku tahu segala hal yang dilakukannya, baik yang tampak mau pun yang hanya dia yang tahu karena kita punya ALLAH.
 Aku ingin dia itu sadar dengan kesalahannya sendiri, instropeksi diri dia sendiri. setidaknya agar tak terulang kesalahan yang sama. kalau dia sayang aku, pasti dia tahu harus berbuat apa, menyadari kesalahan dia apa atau kalau tetap ingin tahu salah dia apa, dia berusaha nyari tahu. 
Berarti tepat pilihan aku, dia lebih bahagia tanpa aku. Alhamdulillah deh kalo begitu, aku turut bahagia (walaupun sakit ngeets) harus melepas dia, tapi sudahlah.. padahal satu hal aja yang buat aku senang dilakuinnya mungkin bisa mengubah segalanya.. aduuh kok jadi nyesel gini kayaknya? *gag ah*
Rasa itu terlalu dalam mungkin, tapi apalah. aku mencoba mencintai tulus, Cuma kasian hatiku tak mendapatkan haknya, yaah kadang aku mikir aku itu “kekasih yang tak dianggap” atau aku itu yang “manusia bodoh” kayak lagu aja, tapi itu yang kurasa.
aku sedih karena waktu sms itu dia tidak ada memanggil namaku/ sayang utk terakhir kalinya. tapii sudahlah.
mungkin aku terlalu memenuhi pikiran aku sama dia, sampai kadang mengabaikan diriku sendiri. kadang aku berpikir, tak adakah sisi sudut otakku untuk memikirkan diriku dan lebih mendekatkan diri kepada TUHAN? malahan rasanya aku semakin jauh dari sang Maha Pencipta ini T.T
sekarang aku sadar, aku tak menyayangi diriku, aku egois telah mengabaikan diriku hanya demi dia. tahukah apa yang terjadi sama diriku? rasanya kayak org gak beres, pusing, sering pergi sendiri2.. hahah dan aku menjadi pribadi yang berbeda dari biasanya.
yaa intinya ini salah aku kan? kenapa aku bersikap seperti itu, hahah :D
aku gak tau apa yang aku rasakan ketika menulis postingan ini, campur aduk pastinyaa. yaa tebak saja lah apa yang aku rasa..
yaa sudah, stop menyalahkan diri. instropeksi diri boleh tapi jangan menyalahkan diri terus. sekarang ambil positifnya saja, dia mengajarkan ku banyak hal, aku bisa bersikap lebih dewasa, menahan kelabilanku dan bisa berpikir lebih bijak dalam segala hal. 
terakhiiir, aku ingin menyampaikan sebuah pesan untuknya melalui lagu ini

Devan-Jaga Dirimu
semenjak kita akhiri semua
ku pikir aku harus rela untuk melepaskanmu
namun hatiku tak berhenti gundah
terus khawatirkan dirimu kasih
jaga dirimu baik-baik karna ku tak lagi di sini
untuk menjagamu, untuk membelaimu, untuk manjakanmu
biarkan Tuhan yang memilih yang terbaik bagi dirimu
tidak semua pria wanita yang menginginkanmu punya cinta tulus
jaga dirimu baik-baik
hatiku tahu kau wanita pria yang baik
ku tak ingin kau disakiti karena ketulusanmu (karena ketulusanmu)
namun ku tetap akan selalu ada
untuk mendengarkan keluhmu kasih
terima kasih sudah mengisi hari hariku, mengisi kisah hidupku, untuk menjadi pelajaran berharga bagiku dan dikenang dimasa depan. 

S.A

1 komentar:

Sucie Nella Ardilla mengatakan...

semangat :")

Posting Komentar