Jadi gini ceritanya, aku itu kan
kuliahnya di luar angkasa *eh luar kota maksudnya. Jarak dari kampung ke kampus
membutuhkan perjalanan darat 8 jam dengan mobil, bisa 6 jam pakai motor
(katanyaa). Perjalanan udara ada sih, tapi harus transit ke Jakarta dulu. Nah !
kenapa harus nyebrang pulau dulu?? Hedeeh. Mending aku nebeng sama burung
elangnya radit bisa request mau kemana aja. Haha
Dikarenakan perjalanan darat yang
lama itu maka aku hanya diizinkan berangkat dengan menggunakan travel door to
door (katanya sih pintu ke pintu, tapi pintunya gak pernah saling ketemu,
lebih tepatnya pintu ke halaman rumah gitu = door to garden .haha)
Biar aman dan akunya gak ilang
makanya pake travel door to door, pernah lo perdana berangkat sendiri papa sampai nyatet no
polisi travelnya.. ckck iloveupa !
Laaah, disinilah cerita berawal.
Aku itu rajin syekali pulang, tiap bulan pasti mudik, ada waktu luang mudik,
libur sejam mudik. Kereen kan? Maklum emaak syelalu kangen akuuh..
sayang-emak.com
Dulu itu aku dapat info travel
dari orang-orang aja, gak pernah tau mana maskapai yang bagus. Dapat maskapai
ini langsung aku coba, aku boking maskapai “a” yang jemput maskapai “b” nah aku
bingung jadinya, takut-takut naik travelnya, manatau tujuannya lain. aku kan
mau ke papua ntar dibawa ke australia.. seru dong? #apasih
Sebenarnya bukan tanpa sebab
mereka melakukan pemindahan tersebut, hal itu karena quota penumpang yang akan
berangkat dengan maskapai “a” sudah cukup 1 mobil, sedangkan aku hanya sendiri
tidak mungkin aku jadi penumpang tunggal dalam mobil yang akan diberangkatkan
berikutnya. Makanya pihak maskapai bekerja sama dengan maskapai lain, penumpang
yang seorang diri ini mau disinggasanakan dimana. Sehingga jatuhlah pada
maskapai “b” , atau “c” dan seterusnya.
Jujur aku tidak nyaman dengan
situasi ini, sampai akunya berjodoh dengan maskapai ini. Aku bertemu maskapai
ini karena korban pemindahan juga.
Aku mulai jatuh hati karena
maskapai ini lagi promo , setelah 10x brangkat kita bisa gratis 1x berangkat.
Nah GRATIIISS LO GRATIISS ! Itu alasan pertama. alasan keduanya maskapai ini
tidak akan pernah memindahkan penumpang mereka, walaupun cuma dua orang
penumpang. How beautifull life!. Alasan ketiga karena kantor maskapai ini dekat
rumah aku. Alasan keempat ongkosnya sedikit murah dari yang lain.
Buat apa aku pikir panjang coba?
Dan tetaplah hatiku pada maskapai
ini. Setiap pulang atau balik selalu menggunakan maskapai ini, tak terhitung
berapa kali aku sudah menumpangi travel ini. Sekarang aku sudah menginjak tahun
ketiga kuliah.
Tak terhitung sudah berapa kali
aku bekerja sama dengan maskapai ini, pihak maskapai tidak pernah kenal aku.
Tiap berangkat pasti pilotnya bedaa (emang pesawat?) . tapi pihak maskapai hafal
no telfon aku berikut nama samaran aku. Nama samaran ? maksudnya bukan nama
asli aku. Iyaa, mereka itu mengenal aku dengan nama lain.
Ini terjadi karena salah
dengarnya pihak maskapai, pemesanan tiket bisa dilakukan by phone dan aku
menyebutkan pemesanan atas namaku, ternyata nama di tiketnya beda walaupun hanya beda satu huruf. Aku pun kaget. Maka setiap pemesanan aku
meneruskan menggunakan nama itu.
Sampai kapan aku menutupi
keindahan nama asliku? #hasiik
Pernah suatu ketika, aku
melakukan pemesanan dengan nama asliku. Lalu rupanya ada seorang anggota mereka
yang kenal aku (akhiirnyaa ada jugaa), dan menanyakan siapa yang mesan tiket
itu tadi. Aku kaget, itu kan akuuu.. -__-“
Kenapa mereka tidak percaya
dengan nama asliku?
Iyuuuh sudahlah, mungkin
selamanya akan tetap seperti itu, sampai suatu saat ada seorang yang setia
antar-jemput aku. Bumi – mars.
Intinyaa apaa?
intinya aku mau cerita absurd aja. hahaha

4 komentar:
haha absudr tapi malah seruuuuu!!! :D
thankssss :D
ai..... oho, suka nulis di blog jugak yaa, wen ada dua blog, tapi terbengkalai semuaa :D
Walopun absurb, tp lucu ceritanya (?) kapan2 boleh nebeng dgn elangnya radit ya.. hehe,
udh lama gk ngepost nih, apa blog weny? share dong
Posting Komentar